Kamis, 01 Desember 2011

Jalan Mudah Menuju N-2


                Pengakaderan Unit Kegiatan Praja (UKP) untuk madya praja angkatan XXI sudah mulai berjalan. Ini adalah minggu pertama mereka mengikuti tahap N-1, tahap dimana pengenalan awal diberikan kepada para calon kader. Tahu kah kamu apa sebenarnya itu tahap N-1 ?
                Tahap N-1 bagi pengkaderan adalah tahap pengujian kesabaran dan keseriusan. Karena aspek terpenting dari pemangku jabatan nantinya adalah keinginan dari diri sendiri. Adanya kemampuan tanpa adanya kemauan akan membuat organsasi sulit untuk berkembang. N-1 adalah masa pembosanan yang benar – benar membosankan. Itu memang hakekat dari tahap N-1, untuk menguji sejauh mana kemauan dari setiap kader.
                Sebenarnya ada beberapa cara mudah untuk tetap bisa berdiri di jalur pengkaderan dan masuk ke tahap N-2. Berikut ini akan saya berikan sedikit tips dan trik bagaimana cara melalui N-1 berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya dahulu waktu sama – sama mengikuti pengkaderan.
1.       Sabar
Tidak perlu cepat putus asa, 18 hari ini tabahkan diri untuk tetap menguikuti segala rutinitas dan ketentuan yang ada. Buatlah perumpamaan yang bisa membuat anda lebih bersyukur contohnya : “ untung absennya hanya 2 kali, tidak 4 kali sehari “ dan berbagai pengandaian lain yang dapat membuat diri lebih sabar.
2.       Kenali Duniamu
Ketahui semua tentang UKP yang sedang anda buru secara mendetail. Dari mulai SOTK, nama – nama pengurusnya, hingga kegiatan apa saja yang biasa menjadi agendanya. Respek dan loyalitas memang masih mendominasi, jadi cobalah lebih mengenali dan mendekat “pentolan” pengurus UKP tersebut. Namun jangan sampai respek dan loyal anda yang buta menjadikan anda terkesan menjilat kepada perngurus UKP.
3.       Hadapi Dengan Senyuman
Terkadang kegiatan ekstra pada saat penandatangan atau kegiatan wajib lain menjadikan kita dongkol dan marah. Kenapa begitu? dan kenapa begini? Untuk sementara waktu, buang jauh – jauh kebiasaan dongkol dan marah itu karena itu akan mempengaruhi minat anda dalam melanjutkan pengkaderan ini. Disetiap kegiatan pasti ada satu sisi kejadian yang lucu atau menggemaskan, jadikan itu sebagai hiburan dan jadikan itu sebagai senyuman.
4.       Carilah Koloni
Segala persoalan akan menjadi mudah apabila dikerjakan secara bersama. Carilah saudara – saudara kader dalam menjalani setiap aktifitas. Usahakan carilah yang saling melengkapi keterbatasan diri anda.
5.       Be Creative
Pada tugas – tugas yang diberikan, putar otak anda secepat mungkin untuk mendapatkan inspirasi baru dan kreatif. Cari referensi – referensi tugas yang hampir mirip dengan tugas anda. Jangan pernah hanya berpatokan pada kesamaan dengan tugas yang teman buat.
6.       Ketahui Segala Informasi
Banyak bertanya tidak mungkin sesat di jalan. Anda harus aktif bertanya tentang perkembangan tugas, perpindahan jadwal, dan perpindahan tempat penandatanganan baik kepada teman maupun kepada para pengurus UKP. Bertanya kepada pengurus kadang juga mempunyai nilai plus karena keinginan yang dapat di nilai lebih.
7.       Pakailah Jam Tangan
Waktu pengumpulan tugas dan penandatanganan selalu punya batas. Pergunakan waktu dengan sebaik – baiknya, jangan sampai anda menunggu waktu terutama bagi anda yang memilih banyak UKP. Berlarilah untuk mengejar waktu dan tentukan target – target untuk setiap aktifitas.
8.       Berbeda kadang Berkesan
Memilih kader layaknya memilih sebuah sofenir. Semua yang dipajang membuat mata nyaman melihatnya, namun terkadang orang lebih memilih yang “aneh” atau berbeda dengan lainnya. Yang biasanya para pengurus yang menunggu para kadernya berkumpul, cobalah untuk berani something different contohnya: cobalah ke kamar para pengurus yang saat itu bertugas dan tanyakan untuk pelaksanaan tanda tangan. Budayakan untuk menjemput bola tidak menunggu bola.
9.       Perhatikan Peluang
Banyaknya jumlah UKP yang tersedia terkadang menguak sedikit problematik bagi anda. Perhatikan, tidak semua UKP menerima calon kadernya dalam komposisi yang sama. Ada yang hanya menerima sedikit, juga tak jarang yang menerima banyak kader. Padankan dengan kemampuan anda, namun apabila anda merasa bisa untuk meraihnya semua. KENAPA TIDAK?
10.   Doa
Jangan lupakan faktor yang satu ini. Faktor X kadang juga berpengaruh besar pada karir anda dalam pengkaderan. Jadi jadikan faktor ini sebagai faktor pendukung anda dalam setiap aktifitas.

                Mungkin tips itu saja yang bisa saya bagikan bagi para kader sekalian. Semoga tips ini bermanfaaat dan SAMPAI BERTEMU DI N-2! ! !(dodoL)

Pengkaderan Angkatan XXI : Firts Level "N-1"


            Masih dengan semangat membara para madya praja angkatan XXI IPDN Kampus Sumatera Barat, mereka melaksanakan proses tahap N-1 Unit Kegiatan Praja (UKP). Dalam N-1 tersebut diwajibkan melakukan penandatanganan pada unit – unit kegiatan yang telah mereka pilih di pos – pos yang telah di tentukan oleh panitia pengkaderan. Penandatanganan 1 hari dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pukul 16.30 – 17.00 dan pukul 21.00 (setelah apel malam) sampai dengan 22.00 WIB. Pada tahapan ini akan dilihat kerespekan adik – adik kader kepada kakak – kakak kadernya, dan di harapkan akan menjadi dasar kepada Madya Praja Angkatan XXI sebagai modal estafet kepemimpinan organisasi di IPDN Kampus Bukittinggi ini. 
            Dalam tahapan N-1 ini, para pesrta pengkaderan akan di berikan tugas-tugas yang sesuai oleh UKP yang di ikutinya. Hal ini sebagai item penilaian dalam pengkaderan tahap N-1. Tuuan daripada tahap ini adalah untuk meninjau sejauh mana para peserta berminat untuk menjadi anggota UKP yang ada di Kampus IPDN Sumatera Barat. (ndhablegz)

Jumat, 25 November 2011

My Green Ribbon



Masa-masa yang dinantikan sebagai madya praja adalah masa pengkaderan, pada saat menjelang tengah malam dengan udara yang menyengat, hujan gerimis menamiku bersama seluruh madya praja angkatan 21 melaksanakan kegiatan pembukaan pengkaderan. Aku sangat terkesan karena ini merupakan tantangan baru dan sangat membutuhkan fisik yang matang, tapi untuk menutupi semuanya itu semangatlah yang menjadi obat untuk bisa bertahan dalam tantangan tersebut. Aku menjalani kegiatan tersebut dengan curahan keringat yang menjulur dalam tubuhku, jungkir, guling, push up, dan kegiatan fisik lainnya yang mungkin bisa membuat naluri ini ingin berteriak kapan usainya, bukan hanya itu teriakan-teriakan keras yang dilontarkan para nindya praja bertraining putih melenting dalam telingaku yang kadang membuatku kaget seketika, terkadang muncul ketakutan yang simpang siur namun itulah pembinaan mental yang dapat aku pelajari di lembaga pendidikan IPDN yang tertuang dalam kegiatan pengkaderan, dimana aku dipersiapkan untuk mengisi sebuah unit kegiatan praja yang bukan Cuma serba-serbi kegiatan tapi melaksanakan proses seleksi yang ketat dengan dimulainya apel malam yang ditemani suhu dingin dan pekatnya malam. 
Walau setelah kegiatan tersebut kepalaku terasa dijepit akibat guling, jungkir, dan sebagainya dengan perut yang udah mulai kendor, tapi perasaan dalam dadaku adalah sebuah kebanggaan yang mungkin takkan pernah terlupakan dan kudapat Cuma disatu tempat yaitu kampus IPDN Sumatera Barat. Pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku ini, semoga dapat menjadi salah satu cerita unik ketika purna praja dan cerita penyemangat buat anak-anak nanti kelak sudah berkeluarg ( laode )